Hoax & Disinformasi: Tantangan Teknologi Informasi Digital Saat Ini
SiGMAnia pernahkah kalian mendapatkan informasi hoax di sosial media ataupun lingkungan sosial? Bagaimana cara kalian untuk bisa mengetahui bahwasannya informasi itu valid? Apakah kalian langsung mempercayainya saat itu juga? Sebelum termakan informasi hoax, mari kita bedah cara mengetahui kebenaran suatu informasi untuk lebih lanjutnya.
Di era digital saat ini, penyebaran informasi berkembang sangat cepat, namun juga menciptakan tantangan serius, seperti penyebaran hoax atau informasi palsu. Terutama media sosial, berperan besar dalam mempercepat penyebaran hoax dan disinformasi.
Hoax adalah informasi salah atau menyesatkan yang disebarkan dengan tujuan untuk mempengaruhi persepsi publik atau menyebarkan kebingungan. Disinformasi, adalah penyebaran informasi yang salah dengan niat jahat untuk menipu atau merugikan pihak tertentu
Dikutip dari Jurnal yang berjudul Hoaks, Disinformasi, dan Ketahanan Nasional: Ancaman Teknologi Informasi dalam Masyarakat Digital Indonesia karya Aris Sarjito menyebutkan, Hoax dan disinformasi adalah bagian dari tantangan era digital yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk politik, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan negara.
Tapi, kalian tahu tidak bahwa ada banyak hal yang bahaya dari penyebaran berita hoax tersebut. Berikut ini merupakan contoh bahaya penyebaran berita hoax :
1. Menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap informasi apapun.
2. Menyebabkan kepanikan di lingkungan masyarakat.
3. Mengancam keselamatan publik.
4. Memicu konflik horizontal.
Tentu saja penyebaran berita hoax atau disinformasi menyebabkan orang yang menerima pesan mudah percaya begitu saja tanpa mengetahui berita itu valid atau tidak. Oleh karena itu, perlu adanya pencegahan dalam menangkal berita yang menyebabkan disinformasi.
Bagaimana cara kita mencegah dan mengatasinya?
Dikutip dari Jurnal Memilah Informasi Berdasarkan Nilai-nilai Islam karya Alya Muthi’ah, Amalia Syahiddah, I Gusti Ayu Isnaini, Fatha Ramadhani, dan Suci Nurpratiwi menjelaskan, Hal yang harus kita lakukan untuk menghindari hoax adalah:
1. Jangan menyebarkan suatu informasi tanpa mengecek kredibilitas dan kevalidannya. Selalu merasa ingin tahu dan pikiran terbuka.
2. Berhati-hati dengan judul yang provokatif. Bisa jadi isinya diambil dari media resmi dan sedikit diubah sesuai perspektif pembuat hoax .
3. Apabila terdapat foto atau video pastikan keasliannya, asalnya, dan memperkirakan kapan kejadiannya. Tidak hanya tulisan saja, berita bohong ada kalanya berupa foto yang telah dimanipulasi.
4. Apabila menemukan berita hoax segera adukan kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi
Ditengah arus informasi yang deras, sangat penting peningkatan literasi digital sebagai langkah mitigasi. Melalui berbagai program pelatihan yang menargetkan pengguna media sosial di seluruh lapisan masyarakat. Karena itulah, hal yang harus kita lakukan untuk menghindari hoaks secara garis besar, tentunya dengan cara memperbanyak literasi agar lebih teliti lagi dalam menggali berbagai sumber informasi yang didapatkan.
Penulis: Mg_Ferdi Febiansyah
Editor: Naufal



Post Comment