Digital Amnesia: Ketika Otak Mulai Bergantung pada Smartphone

Pernahkah SiGMAnia merasa lebih mudah membuka aplikasi catatan, daripada mencoba mengingat sesuatu? Atau lebih hafal informasi dari media sosial, dibanding dengan percakapan secara langsung? Jika iya, bisa jadi itu merupakan bagian dari fenomena digital amnesia.

Digital amnesia adalah kondisi ketika seseorang cenderung tidak mengingat suatu informasi, karena bergantung pada perangkat digital sebagai tempat menyimpan, sekaligus mengakses kembali informasi tersebut.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan smartphone secara berlebihan, dapat mengganggu konsentrasi, meningkatkan kebiasaan berpindah perhatian, serta memengaruhi kemampuan otak dalam mengingat informasi. Karena itu, penggunaan teknologi perlu dilakukan secara bijak.

Dalam artikel “Digital Amnesia and Personal Dependency on Smart Devices” karya Dirin, dkk., dijelaskan bahwa smartphone kini menjadi tempat menyimpan nomor telepon, jadwal, catatan, hingga pengingat. Akibatnya, otak semakin jarang dilatih untuk mengingat informasi karena semuanya telah tersedia di dalam perangkat.

Fenomena ini sering kali tidak disadari karena telah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, misalnya:

1. Menyimpan seluruh nomor telepon di ponsel.
2. Mengandalkan aplikasi pengingat untuk jadwal atau tugas.
3. Menyimpan hampir semua informasi penting di perangkat digital.

Kebiasaan tersebut membuat kemampuan mengingat secara alami perlahan berkurang. Dalam jangka panjang, ketergantungan terhadap perangkat digital juga dapat memengaruhi cara seseorang memproses informasi. serta mengurangi kemampuan berkonsentrasi.

Menurut artikel “The Benefits and Potential Costs of Cognitive Offloading for Retrospective Information” yang diterbitkan dalam Nature Reviews Psychology, penggunaan teknologi secara bijak disertai kebiasaan melatih daya ingat, dapat membantu mengurangi risiko digital amnesia.

Kemudahan teknologi memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, jangan sampai otak kehilangan “pekerjaannya”, karena semua hal diserahkan kepada smartphone. Semakin sering otak dilatih mengingat, semakin baik pula kemampuannya dalam memproses informasi.

Penulis: Mg_Bella
Editor: Naufal

Post Comment