MTQ XXIII Provinsi Banten Resmi Digelar, Diikuti 477 Kafilah dari Delapan Daerah

Serang, magang.lpmsigma.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIII tingkat Provinsi Banten resmi dibuka di pelataran Masjid Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Senin (06/07/2026). Kegiatan tersebut diikuti 477 kafilah dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

Mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Banten yang Qur’ani Menuju Banten yang Maju, Adil, Merata, dan Tidak Korupsi”, MTQ XXIII diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an sekaligus membangun karakter masyarakat yang religius dan berintegritas.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Banten, Deden, mengatakan MTQ ke-23 bukan sekadar agenda rutin tahunan atau ajang kompetisi, melainkan momentum untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an, meningkatkan literasi Al-Qur’an, mempererat persaudaraan, serta melahirkan generasi muda yang mampu mengharumkan nama Banten di tingkat nasional.

“MTQ ke-23 bukan sekadar agenda rutin tahunan ataupun ajang kompetisi semata. Lebih dari itu, ini merupakan momentum sakral untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an, meningkatkan literasi Al-Qur’an, mempererat persaudaraan, serta melahirkan generasi muda terbaik yang akan mengharumkan nama Banten di tingkat nasional,” ujarnya.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Rokhmad, menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ diharapkan menjadi fondasi, dalam membangun integritas moral masyarakat, sekaligus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih di Provinsi Banten.

“MTQ ini ditargetkan menjadi fondasi dalam membangun integritas moral masyarakat, sekaligus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih di Tanah Jawara,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas moral, spiritual, dan karakter masyarakat.

“Pemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau infrastruktur, tetapi juga dari kualitas moral, spiritual, dan karakter masyarakatnya,” tegasnya.

Reporter: Mg_Via

Editor: Frida

Post Comment