Organisasi Mahasiswa UIN Banten Gelar Konsolidasi Terkait Dugaan Kekerasan Seksual

Serang, magang.lpmsigma.com – Sejumlah organisasi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar konsolidasi sebagai bentuk respons terhadap penanganan dugaan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus, Minggu (05/07/2026).

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Dema FEBI) UIN Banten, Ihya, mengatakan konsolidasi tersebut digelar karena mahasiswa menilai proses penanganan dugaan kasus belum memberikan kejelasan dan perhatian justru bergeser dari substansi utama persoalan.

“Kekecewaan terbesar terhadap lembaga karena yang lebih disoroti bukan lagi persoalan pelecehannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan laporan dugaan kasus tersebut telah disampaikan kepada pihak fakultas dan ditindaklanjuti dengan pemanggilan korban, saksi, serta terduga pelaku untuk dimintai keterangan. Menurutnya, mahasiswa juga menyoroti dugaan adanya pertemuan di luar kampus antara keluarga terduga pelaku dan terduga korban, serta pemanggilan sejumlah mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Syariah yang disebut menerima surat pengunduran diri.

“Laporan yang masuk disampaikan ke fakultas, lalu korban, saksi, dan terduga pelaku dipanggil untuk dimintai keterangan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Senat Mahasiswa UIN Banten, Alvin, mengatakan konsolidasi dilakukan untuk mempertanyakan sejauh mana langkah Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) dalam menangani dugaan kasus tersebut. Menurutnya, mahasiswa sebelumnya telah berupaya menempuh mekanisme audiensi, namun hingga kini belum memperoleh kejelasan.

“Kami sebelumnya ingin menempuh skema audiensi terlebih dahulu, tetapi sampai saat ini belum menemukan titik terang,” ungkapnya.

Reporter: Mg_Hilwa
Editor:
Frida

Post Comment