Panggung Asa Hadirkan Pertunjukan Seni Silat Terumbu sebagai Upaya Pelestarian Budaya

Serang, magang.lpmsigma.com – Perguruan Seni Silat Terumbu dari tiga padepokan, yakni Rajawali Sakti, Gomar, dan Gisik, menampilkan pertunjukan seni bela diri dalam kegiatan Panggung Asa yang bertempat di Satu Asa Coffee. Kegiatan ini digelar sebagai upaya melestarikan budaya Banten. Kamis (09/07/2026).

Humas kegiatan tersebut, Asep, menyampaikan bahwa sebenarnya terdapat 64 padepokan seni silat Terumbu di Provinsi Banten. Namun, pada kegiatan Panggung Asa kali ini hanya tiga padepokan yang turut berpartisipasi.

“Dari tiga padepokan itu, kurang lebih secara keseluruhan ada 30 orang yang akan menampilkan kesenian dari padepokan masing-masing, yaitu Rajawali Sakti, Gomar, dan Gisik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan itu bertujuan mengenalkan kembali budaya Banten yang mulai terlupakan, sekaligus menunjukkan bahwa masih ada padepokan yang terus melestarikan seni silat Terumbu dari generasi ke generasi.

“Tujuan diadakannya acara ini adalah ingin mengangkat budaya Banten sehingga masyarakat mengenal budaya Terumbu Banten dan berminat mempelajari Silat Terumbu sebagai silat asli Banten,” katanya.

Sementara itu, salah satu pesilat, Gisya, yang menampilkan jurus Kembang Empat, Pengawangan, dan Kembang Tiga, mengatakan bahwa dalam pertunjukan tersebut juga akan ditampilkan atraksi tunggal, ganda, debus, dan toya. Ia mengaku termotivasi mengikuti perguruan silat atas nasihat gurunya.

“Guru saya juga bilang, saat malam Minggu kebanyakan anak muda hanya bermain dan itu tidak bermanfaat. Sedangkan jika diisi dengan latihan silat, kita bisa mendapatkan ilmu,” tuturnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk terus melestarikan budaya Banten karena mereka merupakan penerus bangsa.

“Jika diajak teman melakukan hal-hal positif, misalnya berlatih di perguruan, jangan merasa malas atau malu. Karena jika bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan budaya ini,” pesannya.

Reporter: Mg_Lala
Editor: Frida

Post Comment