Siapa Sangka? Melukis Bisa Menjaga Kesehatan Otak

SIGMAnia, siapa sangka kegiatan yang sering dianggap sekadar hobi ternyata punya manfaat besar bagi kesehatan otak? Ya, menggambar dan melukis bukan hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga membantu menjaga fungsi otak tetap optimal.

Saat menggambar atau melukis, otak bekerja sangat aktif. Kedua belahan otak digunakan secara bersamaan. Otak kiri berperan dalam mengatur bentuk, struktur, dan detail, sedangkan otak kanan mengolah kreativitas, warna, dan emosi. Proses ini memperkuat koneksi antar sel saraf sehingga kemampuan berpikir dan konsentrasi ikut terlatih.

Penelitian dari Mayo Clinic “Bisakah Seni, Kerajinan Tangan, dan Penggunaan Komputer Mempertahankan Ingatan Anda?” menunjukkan bahwa aktivitas seni, seperti menggambar dan melukis, dapat membantu menjaga fungsi kognitif serta menurunkan risiko gangguan daya ingat pada usia lanjut. Meski penelitian tersebut dilakukan pada lansia, kebiasaan berkarya sejak muda diyakini memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan otak.

Menariknya lagi, menggambar dan melukis juga dapat menjadi cara sederhana untuk mengelola emosi. Saat berkarya, tubuh menjadi lebih rileks, pikiran lebih fokus, dan stres pun berkurang. Tak heran jika banyak orang menjadikan aktivitas ini sebagai media healing sekaligus mengekspresikan diri.

Salah satu tokoh yang dikenal gemar menuangkan emosinya melalui lukisan adalah Vincent van Gogh. Karya terkenalnya, The Starry Night, lahir saat ia menjalani perawatan di rumah sakit. Hingga kini, lukisan tersebut masih menjadi salah satu karya seni paling berpengaruh di dunia.

Jadi, lain kali saat kamu mencoret-coret di buku gambar atau melukis di atas kanvas, ingat ya, kamu bukan hanya sedang berkreasi, tetapi juga sedang melatih otak agar tetap aktif dan sehat.

Penulis: Mg_Lailia
Editor: Irma

Post Comment