Sejumlah Mahasiswa UIN Banten Terkendala Pembayaran UKT

Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) masih menjadi salah satu persoalan finansial yang dihadapi mahasiswa. Berdasarkan survei terhadap 150 mahasiswa dari berbagai program studi di UIN Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten, sebanyak 77,3 persen atau 116 responden mengaku mengalami kesulitan dalam membayar UKT. Sementara itu, 22,7 persen atau 34 responden menyatakan tidak mengalami kesulitan.

Kesulitan tersebut juga terlihat dari ketepatan waktu pembayaran. Sebanyak 49,3 persen atau 74 responden mengaku pernah mengalami keterlambatan pembayaran UKT, sedangkan 50,7 persen atau 76 responden menyatakan selalu membayar tepat waktu.

Kondisi tersebut berkaitan dengan sumber pembiayaan perkuliahan. Sebanyak 74 persen atau 111 responden masih mengandalkan orang tua sebagai sumber utama pembayaran UKT. Sementara itu, responden lainnya mengandalkan beasiswa, hasil kerja mandiri, maupun pinjaman.

Di antara responden yang pernah terlambat membayar UKT, kendala ekonomi keluarga menjadi faktor yang paling banyak disebut, yakni sebanyak 49 responden. Selain itu, sebanyak 22 responden menyebut keterlambatan penerimaan gaji orang tua sebagai salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan pembayaran.

Kesulitan pembayaran UKT juga berdampak pada kondisi mahasiswa. Selain dapat mengganggu fokus belajar, persoalan biaya kuliah dapat memicu stres dan kecemasan, terutama menjelang masa pengisian KRS. Sejumlah responden juga mengaku harus mengurangi pengeluaran kebutuhan harian untuk memenuhi biaya kuliah.

Berdasarkan temuan survei tersebut, mahasiswa berharap pihak kampus dapat meninjau kembali sistem penetapan golongan UKT agar lebih adil dan transparan. Mahasiswa juga berharap verifikasi kondisi ekonomi dilakukan secara objektif serta tersedia jalur pengajuan keringanan atau banding UKT yang lebih mudah.

Selain itu, fleksibilitas tenggat pembayaran dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu mahasiswa yang mengalami kendala finansial agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya kuliah.

Post Comment