Self-Reward : Bentuk Apresiasi Diri Mahasiswa

Self-reward menjadi salah satu cara mahasiswa menghargai diri setelah menyelesaikan tugas atau melewati aktivitas yang melelahkan. Berdasarkan survei terhadap 158 responden, aktivitas ini cukup sering dilakukan oleh mahasiswa dengan bentuk dan pemicu yang beragam.

Seberapa Sering Mahasiswa Melakukan Self-Reward?

Dari 158 responden, sebanyak 39 persen menyatakan sering melakukan self-reward. Kemudian, 29 persen responden mengaku sangat sering, 24 persen memilih netral, dan 8 persen menyatakan jarang.

Data tersebut menunjukkan bahwa self-reward cukup sering dilakukan oleh responden dalam keseharian mereka.

Apa yang Memicu Self-Reward?

Menyelesaikan tugas berat atau ujian menjadi pemicu yang paling banyak dipilih responden, yakni 31 persen. Sebanyak 22 persen responden melakukan self-reward setelah menghadapi tugas yang menumpuk.

Sementara itu, 19 persen responden melakukan self-reward setelah menerima uang saku, sedangkan 29 persen lainnya menyebutkan pemicu lain.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa self-reward bagi sebagian responden berkaitan dengan momen setelah melewati aktivitas yang dianggap melelahkan atau membutuhkan usaha.

Makanan dan Minuman Jadi Pilihan Terbanyak

Bentuk self-reward yang dilakukan responden cukup beragam. Sebanyak 49 persen memilih membeli makanan atau minuman sebagai bentuk self-reward.

Selanjutnya, 21 persen responden memilih bepergian ke suatu tempat, 17 persen membeli barang, dan 13 persen memilih bentuk self-reward lainnya.

Dengan demikian, makanan dan minuman menjadi bentuk self-reward yang paling banyak dipilih dalam survei tersebut, diikuti aktivitas bepergian dan membeli barang.

Post Comment