Saat Kata-Kata Menjadi Cermin Kepemimpinan

Tulisan yang dikirim oleh: Annisa Oktaviani – Jurusan Hukum Tata Negara

Ada satu hal yang terkadang meninggalkan bekas lebih lama daripada sebuah kebijakan, yaitu ucapan seorang pemimpin. Kebijakan masih dapat diperbaiki melalui evaluasi, tetapi kata-kata yang terucap di ruang publik akan terus diingat dan ditafsirkan oleh masyarakat. Karena itu, setiap pernyataan seorang kepala negara bukan sekadar opini pribadi, melainkan juga mencerminkan wajah kepemimpinan di hadapan rakyat.

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut istilah “londo ireng” menuai beragam tanggapan di tengah masyarakat. Sebagian menganggapnya sebagai ungkapan spontan atau candaan, sementara sebagian lain menilai istilah tersebut tidak tepat disampaikan oleh seorang kepala negara. Perbedaan respons itu menunjukkan bahwa pilihan kata seorang pemimpin tidak pernah berdiri sendiri, melainkan selalu membawa makna dan konsekuensi.

Sejak kecil kita diajarkan bahwa presiden merupakan simbol persatuan. Dalam posisi tersebut, seorang pemimpin diharapkan mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang memiliki pandangan berbeda. Perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, sehingga ruang dialog seharusnya tetap dibuka tanpa melahirkan pelabelan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Persoalan utamanya bukan semata-mata pada satu istilah yang diucapkan, melainkan pada bagaimana bahasa digunakan oleh pemegang kekuasaan. Ketika komunikasi publik lebih banyak memunculkan kontroversi daripada membangun kepercayaan, hubungan antara pemerintah dan masyarakat berpotensi semakin berjarak. Padahal, semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menjaga pilihan kata dan membangun komunikasi yang menenangkan.

Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya menilai pemimpin dari kebijakan yang dihasilkan, tetapi juga dari cara ia berbicara kepada rakyatnya. Sebab, kepemimpinan bukan hanya tentang mengambil keputusan, melainkan juga tentang menghadirkan rasa dihargai melalui setiap kata yang disampaikan.

Post Comment