Dema UIN Banten dan Dompet Dhuafa Salurkan 15.000 Liter Air ke Warga Kadeula

Pandeglang, magang.lpmsigma.com – Krisis air bersih akibat kemarau melanda Desa Kadeula, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, selama lebih dari lima bulan. Merespons kondisi tersebut, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten bersama Dompet Dhuafa menyalurkan 15.000 liter air bersih kepada warga pada Jumat (07/08/2026).

Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) 2026, Fajar, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau.

“Karena ini sebuah krisis, tentu kami sebagai Dewan Eksekutif Mahasiswa bersinergi bersama Dompet Dhuafa ingin membantu mengusahakan apa yang bisa kami lakukan untuk menjawab persoalan-persoalan yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan Desa Kadeula dipilih karena menjadi salah satu wilayah yang mengalami kekeringan cukup parah. Informasi mengenai kondisi tersebut diperoleh dari mahasiswa KKN UIN SMH Banten yang sedang bertugas di desa setempat dan diteruskan kepada Kementerian Lingkungan Hidup Dema hingga akhirnya dilakukan penyaluran bantuan.

“Kita menyalurkan tiga tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter dan totalnya sebanyak 15.000 liter,” tambahnya.

Fajar mengatakan penyaluran bantuan serupa tidak menutup kemungkinan kembali dilakukan apabila kondisi masyarakat masih membutuhkan.

Sementara itu, warga Desa Kadeula, Suroyah, mengatakan krisis air bersih telah berlangsung lebih dari lima bulan akibat kemarau panjang. Sumber air yang biasanya mengalir dari kawasan Gunung Karang kini mengering sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sudah hampir lima bulan lebih. Biasanya masih ada sedikit air yang mengalir, tapi sekarang benar-benar kering,” katanya.

Kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas warga. Untuk memenuhi kebutuhan mandi dan minum, sebagian warga terpaksa membeli air, sedangkan untuk mencuci pakaian mereka harus pergi ke daerah lain.

Suroyah mengatakan, bantuan air bersih yang diberikan sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah sangat membantu sekali, kami sebagai warga sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang sudah memberikan bantuan,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dan berbagai pihak dapat menghadirkan solusi jangka panjang, agar warga tidak terus mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau.

“Harapannya mudah-mudahan ke depan warga tidak harus membeli air dan kebutuhan air bersih bisa terpenuhi,” tutupnya.

Reporter: Mg_Astia
Editor: Frida

Post Comment