Metamorfosis Rasa
Di balik senyum yang tampak ceria,
ada perasaan yang selalu kusembunyikan,
perasaan yang tak pernah menemukan kata.
Kupendam atau kuucapkan,
barangkali hasilnya tetap sama.
Saat itu, aku merasa
telah kehilangan rasa.
Pernah kucoba membuka diri,
namun yang datang hanyalah keraguan.
Seolah pertemanan hanyalah bayang,
dan diam menjadi tempat paling aman.
Hingga akhirnya aku bertemu mereka,
orang-orang yang mengulurkan tangan,
yang membuatku percaya
bahwa kehadiranku berarti.
Sejak saat itu,
aku belajar membuka diri,
pelan-pelan,
setahap demi setahap.
Kini aku masih berjuang,
melewati masa yang paling berat dalam hidup.
Masa yang pernah melukaiku,
dan tak ingin lagi kuulangi.
Penulis: Mg_Habib
Editor: Hida



Post Comment