Kondisi Minat Membaca di Era Digital
Membaca merupakan salah satu kegiatan penting untuk memperoleh pengetahuan dan memperluas wawasan. Namun, di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kebiasaan membaca ikut mengalami perubahan. Kehadiran media sosial, video pendek, dan berbagai konten digital membuat masyarakat semakin terbiasa memperoleh informasi secara cepat dan singkat.
Anggapan bahwa generasi muda sudah tidak gemar membaca tidak sepenuhnya benar. Berdasarkan survei Jakpat pada semester II 2025, aktivitas membaca Gen Z mencapai 26%, lebih tinggi dibandingkan Milenial sebesar 20% dan Gen X sebesar 18%. Jenis bacaan yang dikonsumsi juga beragam, mulai dari artikel portal daring, buku fisik, hingga buku elektronik (e-book).
Aktivitas Membaca Berdasarkan Generasi
Sumber: Jakpat, Semester II 2025; dikutip dalam MPR RI (2026).
Data tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan membaca generasi muda tidak benar-benar hilang, tetapi mengalami perubahan bentuk dan media. Gen Z (1997–2012) yang tumbuh bersama internet dapat memperoleh bacaan melalui artikel daring, e-book, jurnal, hingga berbagai platform digital. Sementara itu, Milenial (1981–1996) dan Gen X (1965–1980) juga memiliki aktivitas membaca masing-masing sebesar 20% dan 18%.
Beberapa faktor yang memengaruhi minat membaca mahasiswa antara lain:
1. Penggunaan gadget dan media sosial
Mahasiswa cenderung menggunakan media digital untuk memperoleh informasi yang singkat dan cepat. Penggunaan gadget untuk media sosial dan hiburan juga dapat mengalihkan perhatian dari kegiatan membaca.
2. Rasa malas
Rasa malas membuat membaca belum menjadi kebiasaan dan sering kali hanya dilakukan ketika ada tugas atau kebutuhan akademik.
3. Keterbatasan waktu
Kesibukan kuliah, tugas, organisasi, dan aktivitas lainnya membuat mahasiswa memiliki waktu yang terbatas untuk membaca.



Post Comment