Melihat Data Minimnya Membaca di Indonesia

Minat membaca di Indonesia masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius, di tengah derasnya arus informasi digital. Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilakukan tiga tahun sekali oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yaitu Organisasi Internasional yang bertindak sebagai badan penilai independen dalam mengukur literasi membaca, matematika, dan sains anak usia 15 tahun.

Data Kondisi Minat Membaca di Indonesia

Pada tahun 2015, menyebutkan bahwa kemampuan membaca siswa di Indonesia menduduki urutan ke-69 dari 76 negara yang disurvei, dengan skor literasi 397.

Lalu PISA pada tahun 2018 menyebutkan skor literasi membaca siswa Indonesia berada pada peringkat ke-74 dari 79 negara yang disurvei, dengan skor rata-rata 371. Lanjut PISA pada tahun 2022 menempatkan Indonesia pada peringkat ke-63 dari 81 negara dengan nilai literasi membaca sebesar 359.

Meskipun berbagai program telah dijalankan, indeks literasi Indonesia masih tergolong sangat rendah. Faktanya kemajuan teknologi membuat orang lebih senang menyaksikan siaran televisi atau mendengarkan audio visual dibandingkan membaca. Pada akhirnya, peningkatan budaya membaca harus dimulai dari kesadaran setiap individu. Dengan membiasakan diri membaca sejak dini, oleh karena itu masyarakat Indonesia dapat meningkatkan kualitas literasi dan daya saing di masa depan.

Sumber:
http://library.uinjambi.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/LITERASI-DAN-PANDUAN-MENINGKATKANNYA-BUKU.pdf
http://www.komdigi.go.id/berita/sorotan-media/detail/teknologi-masyarakat-indonesia-malas-baca-tapi-cerewet-di-medsos
http://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/kependidikan/article/download/1128/1105
http://www.kompas.id/artikel/skor-pisa-acuan-tingkat-keterampilan-pelajar-dalam-visi-indonesia-emas-2045/ampmode

Post Comment