Pembangunan PSEL TPAS Cilowong Diharapkan Dapat Atasi Penumpukan Sampah

Serang, magang.lpmsigma.com – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang, memasuki tahap feasibility study (FS) yang dijadwalkan dimulai pada awal Agustus 2026. Proyek yang menjadi bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) tersebut ditargetkan memulai pembangunan (groundbreaking) pada Desember 2026, Jumat (31/07/2026).

Staf Administrasi TPAS Cilowong, Reza, mengatakan hingga kini pengelolaan sampah di TPAS Cilowong masih menggunakan sistem uruk. Sampah yang masuk ditimbang, kemudian ditumpuk, diratakan menggunakan alat berat, lalu ditutup dengan lapisan tanah.

“Jadi, begitu sampah datang, ditimbang, ditumpuk, setelah sudah ketumpuk itu diratakan, kemudian diuruk pakai tanah. Kami juga tidak melakukan pembakaran karena bisa menimbulkan pencemaran udara,” ujarnya.

Ia mengatakan metode tersebut masih digunakan karena belum tersedia teknologi yang mampu mengolah sampah secara langsung. Saat ini, TPAS Cilowong menerima sekitar 300 hingga 400 ton sampah per hari yang berasal dari Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Tangerang Selatan. Pengangkutan dilakukan menggunakan armada milik pemerintah daerah maupun pihak swasta.

“Sehari itu kurang lebih itu 300 sampai 400 ton, sampahnya dari wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Tangerang Selatan. Untuk pengangkutan sampah itu juga dibantu dari pihak pemerintah dan swasta,” ujarnya.

Terkait rencana pembangunan PSEL, Reza berharap proyek tersebut dapat mengurangi penumpukan sampah yang selama ini terjadi.

“Semoga nanti pembangunan PSEL bisa membantu, jadi sampah yang di TPAS tidak terus menggunung dan bisa bermanfaat juga untuk masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, Titin, warga yang tinggal di sekitar TPAS Cilowong masih mengeluhkan bau menyengat dari tumpukan sampah. Menurutnya, bau menyengat dari TPAS kerap mengganggu aktivitas warga. Namun, warga memilih beradaptasi karena tidak memiliki banyak pilihan.

“Kalau bau ya pasti mengganggu aktivitas. Tapi mau bagaimana lagi, kami tinggal di sini, jadi ya harus terbiasa,” jelasnya.

Ia juga mengaku baru mengetahui rencana pembangunan PSEL setelah mendapat penjelasan saat wawancara. Ia berharap proyek tersebut benar-benar dapat mengurangi persoalan sampah yang dampak pencemarannya sangat dirasakan warga.

“Harapannya lebih diperhatikan lagi warga yang ada di sini dan bisa mengatasi persoalan tentang sampah, terutama bagi masyarakat yang ada di dekat TPAS Cilowong ini yang terkena dampak pencemarannya,” ujarnya.

Reporter: Mg_Khairina
Editor: Frida

Post Comment