Self Compassion: Belajar Berdamai dengan Diri Sendiri di Tengah Tekanan dan Ekspektasi Hidup
SiGMAnia, pernahkah kalian merasa sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan ekspektasi yang sesuai, tetapi tetap merasa diri sendiri belum cukup sehingga membuat diri kita merasa gagal dan membuat tidak percaya diri? Jika pernah, bisa jadi selama ini kalian terlalu keras pada diri sendiri. Yuk, kenalin dengan Self Compassion dan cari tahu kenapa hal ini penting untuk kesehatan mental.
Di kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada berbagai tuntutan. Mulai dari harus berprestasi, memenuhi ekspektasi orang lain, sampai kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Selain itu, kita sering merasa gugup dalam situasi baru dan merasa sulit untuk mengatasi tantangan atau perubahan. Ketidakpastian dan perubahan lingkungan sering kali membuat kita merasa tidak nyaman, dan kita bisa kehilangan rasa percaya diri dengan cepat. Tanpa sadar, hal-hal tersebut membuat kita lebih sering melihat kekurangan daripada menghargai usaha yang sudah dilakukan.
Self Compassion adalah sikap menerima dan memperlakukan diri sendiri dengan penuh kasih, terutama saat mengalami kegagalan atau berada di masa sulit. Dikutip dari jurnal “Pentingnya Self Compassion bagi Kesehatan Mental Individu” karya Diani Akmalia Apsari dkk., menjelaskan Self Compassion berperan penting dalam membantu seseorang menghadapi tekanan hidup sekaligus menjaga kesehatan mental.
Lalu, apa saja tanda kalau kita terlalu keras pada diri sendiri? Berikut beberapa di antaranya:
- Sering menyalahkan diri sendiri saat melakukan kesalahan.
- Merasa apa yang sudah dicapai masih belum cukup.
- Terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain.
- Takut gagal karena ingin semuanya berjalan sempurna.
Selain itu, jurnal “Kesehatan Mental Emosional dan Self Compassion pada Remaja Awal” karya Sitti Murdiana dkk., menjelaskan bahwa seseorang dengan Self Compassion yang rendah cenderung lebih sulit menerima kekurangan dirinya dan lebih mudah berpikir negatif tentang dirinya sendiri. Sebaliknya, orang yang memiliki Self Compassion lebih mampu menerima ketidaksempurnaan, mengelola emosi, dan menghargai dirinya sendiri.
Lalu, bagaimana cara mulai melatih Self Compassion? Tidak perlu langsung melakukan hal besar. Kalian bisa memulainya dari kebiasaan sederhana, seperti:
- Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri saat melakukan kesalahan.
- Ingat bahwa setiap orang pasti pernah gagal dan punya kekurangan.
- Belajar menerima emosi tanpa terus menghakimi diri sendiri.
- Hargai setiap usaha dan proses yang sudah dijalani.
- Perlakukan diri sendiri dengan baik, sama seperti kalian memperlakukan orang yang kalian sayangi.
Berdamai dengan diri sendiri bukan berarti menyerah atau berhenti berkembang. Justru, dengan menerima kekurangan dan menghargai setiap proses, kita sedang memberi kesempatan pada diri sendiri untuk terus bertumbuh. Karena pada akhirnya, menjadi versi yang lebih baik dimulai dari belajar menerima diri sendiri apa adanya.
Penulis: Mg_Adinda
Editor: Naufal



Post Comment