Fun Fact! Alasan Kenapa Nggak Semua Air Hujan Itu Bersih

SiGMAnia, pernah kepikiran nggak, kalau air hujan yang turun dari langit itu ternyata nggak selalu bersih dan aman? Lalu, sebenarnya apa yang terkandung di dalam setiap tetes air hujan tersebut?

Penasaran? Mari kita cari tahu faktanya!

Dikutip dari Jurnal Dampak Hujan Asam Pada Lingkungan karya Mochammad Imam Indra Gumirat, dkk., menjelaskan bahwa fenomena hujan asam pertama kali diperkenalkan oleh Ducros pada 1845 dan kemudian dijelaskan oleh ahli kimia Inggris, Robert Angus Smith, pada 1852, yang studi penelitiannya menghubungkan sumber-sumber terjadinya hujan asam dengan emisi industri.

Hujan asam disebabkan oleh emisi sulfur dioksida (SOâ‚‚) dan nitrogen oksida (NOâ‚“ ), yang mayoritas berasal dari pembangkit listrik tenaga batu bara serta aktivitas industri. Selain itu, sektor pertanian juga berkontribusi melalui penggunaan pupuk berlebih yang memicu pengasaman lingkungan.

Dampak hujan asam sangat luas, mulai dari memicu pengasaman tanah yang mengubah komposisi tumbuhan hingga merusak ekosistem air. Penelitian di kawasan Adirondack (AS) dan sungai-sungai Norwegia membuktikan air asam mengganggu kehidupan akuatik. Meski populasi ikan trout meningkat seiring membaiknya pH air, pemulihan ekosistemnya tetap membutuhkan waktu hingga puluhan tahun.

Nggak cuma makhluk hidup, SiGMAnia! Hujan asam juga mempercepat pelapukan bangunan dan cagar budaya. Studi di Amerika Serikat bagian timur menemukan bahwa endapan sulfur dan nitrogen merusak patung marmer serta perunggu jauh lebih parah dibanding air hujan biasa, sehingga bangunan bersejarah butuh perawatan ekstra.

Kebijakan pengendalian kualitas udara yang diterapkan sejak beberapa dekade lalu di Amerika Utara, Eropa, dan sebagian negara Asia berhasil menurunkan emisi SOâ‚‚ dan NOâ‚“ secara signifikan. Namun, di beberapa negara berkembang seperti India, emisi ini justru masih terus naik. Jadi, persoalan hujan asam sebenarnya belum sepenuhnya selesai di tingkat global.

Untungnya, kita masih punya banyak cara untuk mengurangi dampaknya! Mulai dari mengurangi pemakaian kendaraan pribadi, menghemat listrik, beralih ke transportasi umum, hingga mendukung energi ramah lingkungan. Langkah kecil kita bisa berdampak besar bagi bumi.

Nah, sudah saatnya untuk kita jadi lebih peduli sama kualitas udara di sekitar kita, SiGMAnia! Karena langit yang bersih itu dimulai dari kebiasaan kita sehari-hari.

Penulis: Mg_Ida
Editor: Irma

Post Comment