Tahukah Kamu? Tahi Lalat Bisa Jadi Alarm Kesehatan

SIGMAnia, kalian pasti punya setidaknya satu tahi lalat di tubuh, kan? Entah di pipi yang katanya bikin makin manis, atau di punggung yang jarang terlihat. Tapi, pernahkah kalian bertanya-tanya, sebenarnya apa itu tahi lalat dan mengapa bisa muncul di kulit?

Yuk, cari tahu faktanya!

Secara medis, tahi lalat atau nevus melanositik merupakan kumpulan sel pigmen yang disebut melanosit. Sel inilah yang memberi warna alami pada kulit. Ketika melanosit berkumpul di satu titik, terbentuklah bercak kecil berwarna cokelat atau kehitaman yang kita kenal sebagai tahi lalat.

Tahi lalat dapat muncul di bagian tubuh mana saja, termasuk wajah, tangan, kaki, hingga area yang jarang terkena sinar matahari. Sebagian besar tahi lalat bersifat jinak dan tidak membahayakan kesehatan. Namun, dalam kondisi tertentu, tahi lalat dapat berkembang menjadi kanker kulit melanoma.

Menurut Allan C. Geller, dosen senior di Harvard T.H. Chan School of Public Health, risiko melanoma tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya tahi lalat yang dimiliki seseorang. Yang lebih penting adalah adanya perubahan pada bentuk, ukuran, warna, atau karakteristik tahi lalat itu sendiri.

Untuk mengenali perubahan tersebut, para dokter kulit menggunakan metode ABCDE, yaitu:

A (Asymmetry): Bentuk tahi lalat tidak simetris.

B (Border): Tepi tahi lalat tidak rata, kabur, atau bergerigi.

C (Color): Warna tidak merata atau terdiri dari lebih dari satu warna.

D (Diameter): Diameter lebih dari sekitar 6 mm.

E (Evolving): Mengalami perubahan ukuran, bentuk, warna, atau muncul keluhan seperti gatal dan nyeri.

Tahukah kamu? Tahi lalat juga bisa memudar seiring bertambahnya usia. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh proses penuaan, perubahan hormon, paparan sinar matahari, atau respons sistem kekebalan tubuh. Meski demikian, jika tahi lalat tiba-tiba memudar atau berubah disertai rasa gatal, nyeri, berdarah, maupun bentuk yang tidak biasa, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit.

Nah, sekarang sudah tahu, kan? Jadi, jangan hanya menganggap tahi lalat sebagai “pemanis” wajah. Sesekali, coba perhatikan juga kondisinya karena perubahan kecil bisa menjadi tanda yang penting bagi kesehatan kulit.

Penulis: Mg_Hamdah
Editor: Irma

Post Comment