Banten Jadi Tuan Rumah Seminar Bridging Menuju IGIC 2026

Serang, magang.lpmsigma.com – Seminar internasional bertema Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) dan MTQ II Imam Masjid se-Provinsi Banten digelar di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD City, Jumat (03/07/2026), sebagai bagian dari rangkaian persiapan, menuju International Grand Imams Conference (IGIC) 2026.

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal memperkenalkan penyelenggaraan IGIC 2026, sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, yang menjunjung tinggi toleransi, harmoni kehidupan kemasjidan, dan perdamaian dunia melalui diplomasi keagamaan.

Sekretaris Jenderal PP Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) sekaligus Sekretariat Pelaksana IGIC, Taufiq, menyampaikan bahwa, kegiatan bridging menjadi langkah awal untuk memperkenalkan konferensi imam besar masjid dunia, yang akan diselenggarakan di Indonesia pada 2026.

“Ini adalah kegiatan pemanasan, sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat, bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan imam besar masjid dunia, pada tahun 2026,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Taufiq menjelaskan bahwa, kegiatan tersebut mengusung tiga tema utama, yakni Harmony of Mosque, Religious Diplomacy, dan Global Peace. Selain seminar internasional, rangkaian kegiatan juga diisi istigasah, tabligh akbar, serta MTQ II Imam Masjid se-Indonesia yang diikuti sekitar 200 imam masjid hasil seleksi daring dan luring pada 4–5 Juli 2026.

“Kami ingin menunjukkan kepada dunia wajah Indonesia, yang menjunjung harmoni kemasjidan, sekaligus membangun jaringan imam masjid dari berbagai negara,” katanya.

Sementara itu, dalam materinya, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Ishom, menegaskan bahwa imam masjid memiliki peran strategis yang tidak hanya memimpin salat, tetapi juga menjadi rujukan masyarakat dalam berbagai persoalan sosial dan keagamaan.

“Imam masjid pada masa lalu, memiliki kedudukan yang sangat kuat di tengah masyarakat. Mereka bukan hanya memimpin ibadah, tetapi juga menjadi tempat masyarakat meminta arahan, nasihat, dan pendampingan dalam berbagai persoalan kehidupan,” ujarnya.

Ia juga berharap, imam masjid dapat menjadi pelaku religious diplomacy yang mampu membangun komunikasi, menjaga persatuan umat, serta menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat di tengah masyarakat.

“Saya berharap imam-imam ini dapat menjadi pelaku Religious Diplomacy yang menyebarkan toleransi, memperkuat perdamaian dunia, dan mencegah konflik di tengah masyarakat,” tutupnya.

Reporter: Mg_Elia
Editor: Frida

Post Comment